SELAMAT DATANG

---------------SELAMAT DATANG---------------
Di Blog Saya Yang Sederhana

Rabu, 06 Oktober 2010

MALAYSIA LECEHKAN INDONESIA





Sejak negri ini berdiri selalu saja ada masalah dengan negri jiran (Malaysia red) tersebut, dan sejak negri ini berdiri tidak henti-hentinya negri ini juga membantu negri jiran tersebut, tapi entah kenapa Malaysia tidak pernah berterimakasih kepada Indonesia, malah Malaysia semakin meremehkan dan menginjak-injak kedaulatan dan harga diri Republik Indonesia. Mulai dari penggeseran patok perbatasan dekat Kalimantan, klaim wilayah laut sepihak, penganiyaan TKI yang tidak henti, sampai kepada penarikan warga Negara Indonesia untuk menjadi warga Negara Malaysia.

Bahkan masih segar dalam ingatan kita ketika kepolisian Malaysia menangkap petugas KKP kita, malah penangkapan ini berada di dalam wilayah kedaulatan Indonesia. Mungkin itulah Negara Malaysia, Negara yang penuh dengan keangkuhan. Pemerintah Indonesia bukannya tidak bertindak, beberapa surat protes telah dikirimkan oleh pak SBY, namun dengan sombongnya perdana menteri Malaysia mengatakan “saya sudah menerima surat itu tapi belum sempat saya baca”, apa memang seburuk itukah sifat semua orang Malaysia? Saya harap tidak.

Di keluarga kesultanan klantan, Malaysia juga ada sekandal memalukan tentang perbuatan tidak menyenangkan oleh seorang putra mahkota kesultanan itu sendiri terhadap warga Negara Indonesia, siapa lagi kalau bukan Manohara yang juga adalah istrinya.

Di Kalimantan sudah sering terjadi penggeseran patok perbatasan baik yang berada di areal hutan sampai dengan di areal persawahan penduduk. Keangkuhan Malaysia juga bukan milik pemerintah Malaysia semata, melainkan juga beberapa warganya yang semena-mena menyiksa TKI. Baru-baru ini LSM Bendera melakukan aksi Demonstrasi di Kedutaan memprotes kesemena-menaan pemerintah Malaysia terhadap petugas KKP yang diculik dari perairan Indonesia. Dalam aksi itu mereka juga membakar bendera Malaysia dan sampai ada yang melempar kotoran ke kedubes itu. Tindakan ini kemudian dibalas warga Malaysia dengan berdemontrasi ke kedubesan Indonesia. Sambil membawa beberapa spanduk bertulisan protes terhadap pembakarandan dan pelemparan tinja itu, anehnya disebuah spanduk yang mereka bawa ada yang bertulisan “kemana pergi budi bahasa satu budaya” saya hampir tertawa membacanya, bukankah Malaysia yang harus ditanya seperti itu bukan Indonesia. Ingatlah sudah berapa banyak mayat TKI yang dipulangkan oleh Malaysia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar